Sabtu, 05 Mei 2012

Road To Adelaide : Visa

Nggak kerasa, dua minggu lagi,  tepat setahun kami tinggal di Adelaide, sebuah kota yang "ramah" buat ukuran ibu kota negara bagian di selatan Australia. Saya teringat pada hari-hari di awal bulan Mei setahun lalu, hari-hari dimana saya harus ekstra bekerja keras merapikan segala urusan sebelum kepindahan kami kesini. Maklumlah, tiga puluh lima tahun hidup saya, belum pernah sekalipun saya pindah kota untuk tinggal. Selama itu saya hanya tinggal di satu kota di ujung timur Jakarta, Bekasi, namanya. Seperti mimpi saja rasanya, sekalinya musti pindah kok ya bisa sangat jauh ke negeri orang. Alloh SWT memang selalu punya rencana atas manusia, rencana yang tak disangka-sangka dan terkadang tetap menjadi rahasia sampai waktunya tiba.

Menjadi keluarga inti seorang penerima beasiswa ADS, (Australian Development Scholarship) kehidupan kami di Adelaide, bisa dibilang tak terlalu "buruk" untuk ukuran gaya hidup standar ala Indonesia. Sungguhan deh, bagi keluarga "besar" saya, yaitu keluarga dengan tiga anak, asalkan tahan berhemat, insya Alloh tak akan kekurangan sandang, pangan dan papan. Meskipun dalam strata ekonomi masyarakat Adelaide kami mungkin termasuk golongan kaum "dhuafa" karena hidup mengandalkan allowance aias uang beasiswa, tetapi sejauh ini, kami bisa bertahan. Benar juga pendapat salah seorang teman saya dulu saat tahu kami akan segera menyusulnya ke Australia, ia bilang bahwa orang Indonesia paling banyak "nyawa" nya dan termasuk kaum imigran yang tahan banting ^^. 
Terbukti saat kami kemudian bertemu sesama masyrakat Indonesia disini, mereka semua adalah teman-teman yang sangat menginspirasi kami, bukan hanya karena sebagai pelajar mereka cemerlang di bidang ilmunya masing-masing, tetapi juga sanggup bekerja keras di sela-sela kesibukannya belajar dan bahkan juga berorganisasi. Bagi teman-teman yang sedang bersiap berangkat untuk belajar dengan beasiswa ADS (Australian Development Scholarship) atau sedang mempersiapkan keluarganya (dependant = merupakan keluarga inti, termasuk suami/istri/pasangan dan anak) untuk segera menyusul ke Australia, saya mungkin bisa sedikit bercerita hal-hal apa saja yang perlu di persiapkan oleh dependant sebelum keberangkatan, beberapa saya uraikan di bawah ini :
  1. Sebagai dependant, kita nantinya akan memperoeh visa berkode 576 yang sama dengan visa yang diperoleh oleh penerima beasiswa ADS. Kesamaannya antara lain adalah masa tinggal di Australia yang sama dengan masa studi yang diperoleh oleh penerima bea siswa. Hak yang melekat antara lain, dengan memegang visa tersebut, dependant (suami/isteri/pasangan) dapat bekerja part time maksium 20 jam seminggu, dapat mengikuti kursus-kursus yang berdurasi maksimum 3 bulan lamanya (jika kursus lebih dari 3 bulan, harus mengajukan visa khusus student).
  2. Syarat penting yang harus dipenuhi sebelum mengajukan apikasi visa adalah : telah memiliki paspor, mengikuti tes kesehatan di rumah sakit/dokter yang dirujuk oleh Kedutaan Besar Australia (jadi tidak bisa di sembarang dokter atau rumah sakit ya). Di Jakarta Rumah Sakit terafiliasi antara lain RS. Mitra Kemayoran Jakarta dan Klinik Medikaloka ( Indorama Building Jl H R Rasuna Said Block X 1 Kav 1-2). Dalam tes kesehatan, yang di uji adalah berat/tinggi, kesehatan mata, tes urine, tes kesehatan umum dan rontgen bagi dependant yang berusia diatas 10 tahun. Pastikan kondisi kesehatan dependant sedang fit pada saat tes kesehatan dilakukan dan apabila ada kondisi khusus semisal penyakit menahun/gejala penyakit dalam agar diperhatikan dan sebaiknya dilakukan pengobatan terlebih dahulu. Rumah sakit/dokter yang berafiliasi dengan Kedutaan Besar Australia akan langsung mengirimkan hasil tes kesehatan kita pada kedutaan tanpa mengirimkan hasilnya pada kita terlebih dahulu, keputusan apakah kita layak menerima visa dari pemerintah Australia ditentukan oleh kedutaan besar mereka dengan mengacu salah satunya pada hasil tes kesehatan ini.O ya, rata-rata biaya tes kesehatan per orang pada tahun 2010 berkisar antara Rp. 380.000,- s.d. Rp. 500.000,-.
  3. Dengan membawa paspor yang masih berlaku, bukti telah dilakukannya tes kesehatan, dan pas foto, maka kita bisa mengajukan permohonan visa Australia melalui perwakilan ADS. Jika tidak terdapat masalah apapun, maka kurang lebih 2 minggu setelah pengajuan, visa sudah bisa kita terima.
Untuk mempelajari soal pengurusan visa Australia bisa dilihat disini, dan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai informasi seputar awardee  scholarship dari pemerintah Australia bisa dilihat disini. 
Untuk mengetahui hal-hal penting yang mesti disiapkan terkait kepindahan anak-anak bisa dilihat disini  dan disini.



2 komentar:

  1. Mb vivi, bertanyaaa boleh ya, untuk visa dependant jumlah financial capacity yang harus di declare itu musti dikalikan jumlah masa study atau hanya 1 tahun pertama? Sdh cek website resmi immi.au tapi tak begitu clear. Mohon pencerahannya ya mb

    BalasHapus
  2. Mbak Vivi, salam kenal ya... Suamiku juga penerima beasiswa AAS. Sekarang sih masih PDT 2 bulan. Tujuannya memang ke Adelaide, karena konon biaya hidup di sana lebih murah, hehe. Nanti kalau nanya-nanya boleh ya Mbak. Sekarang harus baca dulu sampai khatam kayaknya. Hehe.

    BalasHapus